Karya Tulis Ilmiah



HUBUNGAN STATUS GIZI DAN KADAR HEMOGLOBIN TERHADAP PROSES PENYEMBUHAN LUKA DAN LAMA RAWAT INAP POST OPERASI KISTOMA OVARI DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG

Prodi : PROGRAM STUDI DIPLOMA IV GIZI
Pengarang : NIKEN DAMAYANTI
Dosen Pembimbing : Endang Widajati, SST.,M.Kes. dan Diniyah Kholidah, SST., SGz.,MPH
Klasifikasi/Subjek : , status gizi, kadar hemoglobin, penyembuhan luka, lama rawat inap.
Penerbitan : , Malang: 2017.
Bahasa : Indonesia
PENYIMPANAN
Lokasi : ---
Jumlah : 0

Abstraksi

Niken Damayanti, 2017. Hubungan Status Gizi dan Kadar Hemoglobin Terhadap Proses Penyembuhan Luka dan Lama Rawat Inap Post Operasi Kistoma Ovari di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Skripsi, Program Studi Diploma IVJurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang, Pembimbing : Endang Widajati, SST.,M.Kes. dan Diniyah Kholidah, SST., SGz.,MPH ABSTRAK Latar Belakang : Pasien dengan status gizi baik akan berespon lebih baik cepat pulih dari penyakit dan pembedahan dibanding pasien dengan status gizi buruk. Status gizi pasien bedah mayor preoperasi berpengaruh terhadap penyembuhan luka dan lama rawat inap pascaoperasi. Kesembuhan luka operasi sangat dipengaruhi oleh suplai oksigen dan zat gizi ke dalam jaringan. salah satu kondisi yang berhubungan dengan peningkatan resiko penyembuhan luka pada tindakan bedah laparatomi adalah anemia (kadar Hb rendah), anemia dapat memperlambat proses penyembuhan luka karena perbaikan sel memerlukan kadar protein yang cukup. Oksigen ini berfungsi selain untuk oksidasi biologi juga oksigenasi jaringan. Keadaan malnutrisi pada pasien masuk rumah sakit mengakibatkan pasien tersebut memiliki length of stay (LOS) yang lebih panjang. Lama hari rawat akan semakin pendek dengan status gizi yang lebih baik. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan kohort prospektif pada pasien post operasi kistoma ovary di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang sejak bulan Juni s/d Juli 2017. Responden penelitian berumlah 15 orang. Status gizi diukur berdasarkan LLA, penyembuhan luka dengan observasi, kadar hemoglobin dan lama rawat inap dilihat dari catatan medis pasien. Hasil : Responden dengan status gizi kurang 10 orang (66,7%), berstatus gizi baik/lebih 5 orang (15,3%). Responden yang tidak anemia 11 orang (73,3%), yang anemia 4 orang (26,7%). Responden dengan penyembuhan luka baik 10 orang (66,7%) dan penyembuhan luka tidak baik 5 orang (33,3%). Responden dengan lama rawat pendek (<5 hari) 9 orang (60%), dengan lama rawat inap panjang (>5 hari) 6 orang (40%). Hasil uji statistic Spearman rho menunjukkan ada hubungan status gizi dengan penyembuhan luka (p=0,031), tidak ada hubungan antara status gizi dengan lama rawat inap (p=0,128). Hasil uji statistic Chi-Square ada hubungan antara kadar hemoglobin dengan penyembuhan luka (p=0,039), tidak ada hubugan antara kadar hemoglobin dengan lama rawat inap (p=0,634). Kesimpulan : Ada hubungan antara status gizi dan kadar hemoglobin dengan penyembuhan luka. Tidak ada hubungan antara status gizi dan kadar hemoglobin dengan lama rawat inap Kata Kunci : status gizi, kadar hemoglobin, penyembuhan luka, lama rawat inap.



Lampiran

File BAB-1 : [ Unduh ]

File BAB-2 : [ Unduh ]

File BAB-3 : [ Unduh ]

File BAB-5 : [ Unduh ]